Senin, 04 Oktober 2010

Jiwa


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam berbagai agama dan filsafatjiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonimous dengan roh, akal, atau awak diri.[1] Di dalam teologi, jiwa dipercaya hidup terus setelah seseorang meninggal, dan sebagian agama mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta jiwa. Di beberapa budaya, benda-benda mati dikatakan memiliki jiwa, kepercayaan ini disebut animisme.[2]
Penggunaan istilah jiwa dan roh seringkali sama, meskipun kata yang pertama lebih sering berhubungan dengan keduniaan dibandingkan kata yang kedua.[3] Jiwa dan psyche bisa juga digunakan secara sinonimous, meskipun psyche lebih berkonotasi fisik, sedangkan jiwa berhubungan dekat dengan metafisik dan agama.[4]
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa.[5]

[sunting]Referensi

  1. ^ "Soul", Encyclopædia Britannica. 2008. Retrieved November 12, 2008.
  2. ^ "Soul"The Columbia Encyclopedia, Sixth Edition. 2001-07. etrieved November 12, 2008.
  3. ^ Hillman J (T Moore, Ed.) (1989). A blue fire: Selected writings by James Hillman. New York, NY, USA: HarperPerennial. hlm. 112–129.
  4. ^ Hillman J (T Moore, Ed.) (1989). A blue fire: Selected writings by James Hillman. New York, NY, USA: HarperPerennial. hlm. 20.
  5. ^ Arti jiwa di KBBI.

[sunting]Daftar Pustaka

[sunting]Pranala luar